Program Studi Teknik Informatika - Vokasi USU Edukasi Mitigasi Bencana di SMA Negeri 20 Medan Belawan Melalui Gamifikasi Digital
Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana di kalangan generasi muda, Program Studi D3 Teknik Informatika dari Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat yang inovatif. Mengusung tema sosialisasi kesiapsiagaan bencana kelautan dan pantai
Andi
8/22/20252 min baca


MEDAN – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana di kalangan generasi muda, Program Studi D3 Teknik Informatika dari Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat yang inovatif. Mengusung tema sosialisasi kesiapsiagaan bencana kelautan dan pantai, kegiatan ini menargetkan para siswa di SMA Negeri 20 Medan Belawan pada hari Kamis, 21 Agustus 2025. Kepala Sekolah SMA Negeri 20 Medan, Nurainun Sibuea memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan yang berfokus pada mitigasi bencana ini menggunakan pendekatan modern berupa gamifikasi pembelajaran digital untuk membuat materi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami dan menarik. Lokasi SMA Negeri 20 di Kecamatan Medan Belawan dipilih secara strategis karena wilayahnya yang berdekatan langsung dengan pesisir dan memiliki potensi risiko bencana hidrologi. Kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di bidang pembangunan kota dan komunitas berkelanjutan, pendidikan yang berkualitas, serta bagian aksi penyelamatan lingkungan dari dampak perubahan iklim.
Acara dibuka dengan sesi pengenalan mendalam mengenai berbagai jenis bencana hidrologi yang kerap mengancam daerah laut dan pantai, seperti tsunami, banjir rob, dan abrasi. Para mahasiswa dan dosen dari USU juga memaparkan hasil pemetaan area rawan bencana di sekitar wilayah pesisir Medan, memberikan konteks lokal yang relevan bagi para siswa.
Untuk memberikan gambaran nyata mengenai dahsyatnya dampak bencana, para siswa diajak untuk melakukan kilas balik pada tragedi tsunami Aceh 2004, sebuah peristiwa yang membekas dalam sejarah bangsa. Sesi ini dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter tsunami Jepang 2011, yang secara visual menunjukkan kekuatan destruktif gelombang dan pentingnya sistem peringatan dini serta metode evakuasi yang efektif.
Setelah memahami risiko dan dampak, para siswa dibekali pengetahuan mengenai proses mitigasi, mulai dari tindakan pencegahan, prosedur evakuasi yang benar, hingga langkah-langkah pemulihan (recovery) pasca-bencana. Puncak dari kegiatan ini adalah sesi permainan simulasi Pengurangan Risiko Bencana (Disaster Risk Reduction). Dalam sesi interaktif ini, setiap siswa berperan sebagai perencana kota. Mereka diberikan tujuan (goals) yang jelas dan alokasi anggaran (budget) tertentu untuk merancang strategi mitigasi bencana tsunami di sebuah wilayah virtual.
Para siswa ditantang untuk membuat keputusan kritis, seperti membangun tembok laut, menanam mangrove, membuat jalur evakuasi, atau mengedukasi masyarakat, sambil mempertimbangkan efektivitas biaya dan dampak dari setiap pilihan.
"Antusiasme para siswa luar biasa, terutama saat sesi simulasi. Mereka tidak hanya pasif mendengarkan, tetapi aktif berdiskusi dan berkompetisi untuk membuat perencanaan terbaik," ujar Asima Manurung selaku ketua tim pengabdian masyarakat Vokasi USU. Seluruh proses simulasi dilakukan melalui sebuah aplikasi digital yang telah disiapkan. Di akhir permainan, setiap siswa mendapatkan penilaian otomatis berupa skor mitigasi berdasarkan perencanaan yang mereka susun. Hal ini memberikan umpan balik langsung atas pemahaman dan kemampuan mereka dalam menerapkan konsep mitigasi bencana.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Vokasi USU, Asima Manurung, S.Si., M.Si sebagai ketua tim yang beranggotakan 3 dosen program studi, yakni Dra. Normalina Napitupulu, M.Sc., Yudhistira Adhitya Pratama, S.Kom., M.Kom dan Reza Taqyuddin, S.Kom., M.Kom. yang melibatkan mahasiswa program studi yakni Muhammad Rayhan, Nadira Nathalie Kuechler, Said Nur Arif dan Shata Dhiyaul Haq. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ditutup dengan harapan bahwa pemanfaatan teknologi seperti gamifikasi dapat menjadi jembatan untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini, mempersiapkan generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi potensi ancaman di masa depan.








Informasi
Sumber informasi tentang laut dan pantai yang terdapat pada website ini dikurasi dari berbagai sumber.
Seluruh hak cipta konten dan media merupakan hak dari penyedia sumber informasi.
© 2025. All rights reserved.
Website ini merupakan platform komunitas siaga bencana kolaborasi Program Studi D3 Teknik Informatika - Fakultas Vokasi USU dengan SMA Negeri 20 Medan.



